Mahasiswa PBIS FKIP UT Tunjukkan Kualitasnya di Panggung Global melalui Program SEA-Teacher 2026
Mahasiswa PBIS FKIP UT Tunjukkan Kualitasnya di Panggung Global melalui Program SEA-Teacher 2026
PBIS FKIP UT, Tangerang Selatan — Ahmad Junaidi Hidayatul Muslim sebagai Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBIS) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT) lolos dalam mengikuti Program Pre-Service Student Teacher Exchange in Southeast Asia (SEA-Teacher) 2026 yang diinisiasi oleh Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO).
Program ini bertujuan memberikan pengalaman mengajar internasional bagi mahasiswa pendidikan. Tempat penyelenggarannya di Pangasinan State University (PSU) Filipina yang dilaksanakan selama satu bulan (08/06-03/07/2026).
Selama berjalanannya program tersebut, Ahmad mengungkapkan bahwa ini merupakan pengalaman pertama dan berharga pada dirinya.
"Saya merasakan perpaduan antara rasa antusias, gugup, dan penasaran karena untuk pertama kalinya saya mengikuti program akademik internasional dan tinggal di luar negeri dalam jangka waktu yang saya rasa cukup lama," ungkapnya.
Ahmad juga menjelaskan bahwa ini merupakan ruang dalam memperkenalkan kebudayaan Indonesia di luar negeri.
"Saya tentu merasa bangga, bisa berkontribusi dalam memperkenalkan kebudayaan Indonesia di Filipina. Selain itu, saya juga bisa mempelajari budaya lain secara langsung. Saya menyadari bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk bekerja sama, melainkan kekuatan yang mampu memperkaya wawasan dan memperluas perspektif dalam kehidupan maupun dunia pendidikan," Jelasnya.
"Secara keseluruhan, program SEA-Teacher bukan sekadar kegiatan pertukaran mahasiswa, melainkan sebuah proses pembelajaran yang mengubah cara pandang saya terhadap pendidikan, budaya, dan pengembangan diri. Program ini mengajarkan saya untuk berani keluar dari zona nyaman, terus belajar dari setiap pengalaman, menghargai keberagaman, serta mempersiapkan diri menjadi seorang pendidik yang profesional, adaptif, dan memiliki perspektif global," tambahnya.
Dosen PBIS FKIP UT, Nurul Isra Fauziah, menerangkan program SEA-Teacher mendorong adanya mobilitas mahasiswa dalam lanskap internasional.
"Program ini mendukung adanya pertukaran mahasiswa selama satu bulan untuk meningkatkan kompetensi mengajar berskala internasional melalui latihan terstruktur", terangnya.
Lulusan University of Bristol itu juga memaparkan bahwa program SEA-Teacher memiliki banyak keuntungan, baik bagi mahasiswa dan Institusi.
"Saya kira program ini memberikan keuntungan dalam bantuk kontribusi positif kepada mahasiswa dan PBIS FKIP UT. Beberapa kontribusi itu, seperti mengasah kemampuan mahasiswa dalam berkomunkasi dengan percaya diri dan mengajar pada siswa dari negara lain secara praktis. Di samping itu, ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melatih penguasaan Classroom Multicultural Language," paparnya.
"Untuk PBIS FKIP UT, ini membuktikan bahwa Prodi memiliki mahasiswa yang mampu bersaing secara global. Kualitas ini tentunya mendongkrak pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 2, yaitu mahasiswa mendapatkan pengalaman di Luar Kampus. Ini tentu saja menguatkan dan membuktikan bahwa Akreditasi Unggul PBIS bukanlah omong kosong belaka. Keuntungan lainnya, ini membuka peluang kerja sama lanjutan yang lebih luas, seperti riset kolaboratif antar-dosen, pertukaran dosen tamu, hingga program joint seminar antara UT dan PSU," tutupnya.
