pbis, ut, pbis ut, fkip, universitas terbuka, pendidikan bahasa inggris

Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UT Presentasikan Riset pada Konferensi Internasional ACAH 2026 di Jepang

Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UT Presentasikan Riset pada Konferensi Internasional ACAH 2026 di Jepang

Tangerang Selatan — Dosen sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBIS), FKIP Universitas Terbuka, Siti Hadianti, S.Pd., M.Pd., berpartisipasi sebagai presenter dalam The 17th Asian Conference on Arts and Humanities (ACAH) 2026 yang diselenggarakan oleh The International Academic Forum (IAFOR) di Tokyo International Forum, Jepang, pada 8–13 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi ajang akademik internasional yang mempertemukan peneliti, akademisi, dan praktisi dari berbagai negara untuk mendiskusikan isu-isu seni, humaniora, pendidikan, dan perkembangan sosial global.

Dalam konferensi tersebut, Siti Hadianti mempresentasikan artikel ilmiah berjudul “Teaching Speaking Under Constraints: Tutor Reflections from Distance Education at Universitas Terbuka Indonesia”, yang mengangkat pengalaman tutor dalam pembelajaran keterampilan berbicara (speaking) pada sistem pendidikan jarak jauh di Universitas Terbuka. Presentasi ini menarik perhatian peserta internasional, khususnya akademisi dari Kazakhstan dan Malaysia, yang antusias mendiskusikan sistem pembelajaran di Universitas Terbuka serta implementasi pendidikan terbuka dan jarak jauh di Indonesia.

Keikutsertaan dosen PBIS dalam forum internasional ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik global sekaligus memperkenalkan praktik pendidikan tinggi Indonesia, khususnya model pembelajaran jarak jauh yang diterapkan Universitas Terbuka. Diskusi yang berlangsung selama sesi presentasi membuka peluang pertukaran gagasan terkait inovasi pembelajaran, tantangan pendidikan, serta pengembangan metode pengajaran bahasa Inggris pada konteks pendidikan terbuka dan fleksibel.

ACAH 2026 sendiri mengusung semangat International, Intercultural, and Interdisciplinary, dengan menghadirkan berbagai pembicara internasional dan forum diskusi mengenai tantangan global, perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta peran pendidikan dan humaniora dalam masyarakat modern. Konferensi ini juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dan lintas disiplin ilmu dalam menghasilkan pengetahuan yang berdampak bagi masyarakat luas.

Selain sesi presentasi akademik, peserta konferensi juga mengikuti rangkaian kegiatan internasional lainnya, termasuk forum utama bertajuk The Role of the Arts and Humanities in Troubling Times, yang membahas kontribusi seni dan humaniora dalam menghadapi dinamika global, serta kegiatan budaya yang memperkenalkan warisan budaya Jepang kepada peserta internasional.

Partisipasi ini diharapkan semakin memperkuat eksistensi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Terbuka di tingkat internasional serta mendorong peningkatan kualitas penelitian dan kolaborasi akademik global di masa mendatang.