Dosen PBIS FKIP UT Ungkap Peran Teaching Presence terhadap Student Engagement di CONAPLIN 2026
Dosen PBIS FKIP UT Ungkap Peran Teaching Presence terhadap Student Engagement di CONAPLIN 2026
PBIS FKIP UT, Bandung — Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBIS), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT), Nurul Isra Fauziah, turut serta meramaikan dan mewarnai the 19th International Conference on Applied Linguistics (CONAPLIN) 2026 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada Senin (10/8/2026).
Dalam konferensi tersebut, Nurul mendesiminasikan penelitian berjudul “Unpacking Teaching Presence: Student Engagement in Distance EFL Teacher Education”. Dalam melakasanakan penelitian ini, Nurul tidak berdiri sendiri, tetapi dilaksanakan bersama Anugrah Murtini, Hidayah, dan Ichya Ulumuddin sebagia bagian dari tim penelitiannya.
Nurul menerangkan bahwa penelitian ini mengkaji hubungan antara teaching presence dan keterlibatan mahasiswa.
“Kami mengkaji hubungan antara teaching presence dan keterlibatan mahasiswa dalam konteks pendidikan guru Bahasa Inggris berbasis pembelajaran jarak jauh. Secara teoritis kami menggunakan kerangka Community of Inquiry (CoI) yang memandang teaching presence sebagai proses perancangan, fasilitasi, dan pengarahan pembelajaran untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna,” terangnya.
Lebih lanjut, Nurul menjelaskan bahwa penelitian ini berupaya membaca persepsi mahasiswa terhadap teaching presence diperoleh melalui survei CoI yang sebelumnya diisi secara sukarela oleh 47 mahasiswa PBIS yang telah mengikuti mata kuliah teaching methodology, yaitu Language Teaching Methods dan Interactive Language Teaching.
“Keterlibatan mahasiswa diobservasi dan dianalisis lebih lanjut melalui learning analytics dari Learning Management System (LMS) terhadap 301 mahasiswa yang mengikuti enam kelas paralel,” lanjutnya.
Dalam penelitian yang didesiminasikan itu, Nurul menunjukkan hasil bahwa persepsi mahasiswa terhadap teaching presence berada pada tingkat sangat tinggi. Selain itu, analisis terhadap respons kualitatif juga menunjukkan pentingnya panduan pembelajaran yang jelas, pemberian umpan balik yang konstruktif, fasilitasi diskusi, serta aktivitas pembelajaran yang mendorong refleksi mahasiswa Sementara hasil learning analytics menunjukkan bahwa behavioral engagement mahasiswa berada pada tingkat moderat hingga tinggi.
Kendati begitu, Nurul juga menemukan adanya penurunan partisipasi mahasiswa pada aktivitas pembelajaran di bagian akhir semester. Temuan tersebut menunjukkan bahwa dukungan pembelajaran yang terstruktur perlu dipertahankan secara konsisten untuk membantu menjaga partisipasi mahasiswa dalam lingkungan pendidikan jarak jauh.
Bagi Nurul, keikutsertaan dalam CONAPLIN 2026 menjadi kesempatan untuk membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi lainnya.
“Ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian, tetapi membuka peluang penjajakan kolaborasi penelitian dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universiti Sains Malaysia (USM) dan Universitas Sugeng Hartono (USH),” katanya.
“Penjajakan dengan akademisi USM diarahkan pada kemungkinan pengembangan penelitian kolaboratif mengenai pembelajaran daring dan pengalaman belajar mahasiswa. Sementara proyeksi kolaborasi bersama USH, mengarah pada kajian terkait monitoring proses pembelajaran daring,” tambahnya.
Keikutsertaan Dosen PBIS FKIP UT dalam konferensi internasional tersebut diharapkan dapat memperkuat jejaring akademik Universitas Terbuka serta mendorong pengembangan penelitian kolaboratif di bidang pembelajaran Bahasa Inggris dan pendidikan guru. (*)
